Wednesday, 25 February 2015
kopi java menoreh
Saat ini industri minuman kopi telah tumbuh subur di daerah istimewa yogyakarta, bahkan sampai ke pelosok pelosok desa agan sekalian dapat dengan mudah menemukan kedai kopi, baik yg menjual kopi pabrikan maupun kopi racikan sendiri yang tentunya dari kopi yang di tanam di sekitar kedai tersebut, seperti yang ada di jalan godean km. 18. Ada kedai kopi yang menawarkan kopi dari pegunungan menoreh, sebagai salah satu varian dari java kopi, kopi menoreh memiliki beberapa karakter yang lain dari java kopi yg lain, kopi menoreh memiliki aroma yang lebih gurih dan sedap, hal itu di peroleh karena banyaknya tanaman rempah rempah yang di tanam di sekitar pohon kopi. Dengan sistim penanaman yang tumpang sari tersebutlah maka di hasilkan aroma dan rasa gurih dari kopi menoreh. Jika agan agan sekalian penasaran dengan rasa kopi yang sangat nikmat ini silahkan berkunjung ke gendon warung kopi. Yang ada di jalan godean km 18. Timur jembatan kali progo. Di sana kopi menoreh bisa anda dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya 6 rb per cangkir, silahkan mencoba
Friday, 13 February 2015
cita rasa kopi
T
erdapat enam atribut terpenting dalam karakter cita rasa kopi, yaitu 1) aroma; 2) acidity; 3) body; 4) flavors; 5) aftertaste; dan 6) sweetness. Keenam atribut cita rasa ini akan memengaruhi sensasi rasa dari kopi yang kita sesap. Karakter cita rasa kopi ini bukanlah sesuatu yang sulit kita kenali jika kita sudah terbiasa meminum kopi. Ketika kita menikmati secangkir kopi biasanya yang pertama kali kita cari adalah rasa, bukan tekstur atau hal lainnya. Jika kita selalu terkesan dengan karakter cita rasa kopi begitu meminumnya, ada baiknya kita mengenali karakter-karakter tersebut.
Karakter Cita Rasa Kopi: Aroma
Aroma kopi akan kita bisa nikmati sesaat setelah kopi tersebut diseduh dengan air. Aroma merupakan sensasi rasa yang berbentuk gas yang tentunya dapat menguap dan hilang. Itu sebabnya mengapa kadang kita tidak dapat menangkap aroma kopi secara maksimal jika kopi tersebut sudah menurun suhunya. Tetapi, dapat dipastikan bahwa aroma kopi yang tetap menonjol meski suhu kopi telah dingin adalah aroma yang baik dan kita cari. Aroma kopi dipengaruhi dari beberapa hal, seperti pertumbuhan kopi tersebut di kebun, proses pascapanen, dan aroma yang terbentuk pada saat proses penyangraian. Tidak semua aroma kopi itu baik dan bisa dinikmati. Misalnya, beberapa aroma taint yang terjadi karena kesalahan pada proses pascapanen hingga pada saat roasting.
Karakter Cita Rasa Kopi: Acidity
Acidity, yang umumnya dikenal sebagai keasamankopi, adalah rasa cerah dan menyegarkan yang menambahkan rasa hidup dari secangkir kopi. Keasaman kopi yang jelas paling banyak ditemukan di kopi-kopi yang berasal dari Ethiopia, Kenya, dan juga di setiap kopi dengan proses basah. Keasaman yang dirasakan dalam kopi tidak selalu berkorelasi dengan pH kopi, tetapi diyakini merupakan hasil dari tumbuhan itu sendiri. Keasaman kopi arabika akan lebih jelas dibanding kopi robusta. Tetapi acidity adalah sebuah sensasi rasa pada kopi yang dipengaruhi banyak hal. Selain karena karakter bawaan dari tumbuhan tersebut—biasa disebut organic acid—sensasi keasaman juga dapat terbentuk dari proses pascapanen. Misalnya, pada proses basah kopi akan lebih kuat karakter acidity-nya lantaran proses fermentasinya. Acidity juga bisa berkurang pada saat kopi disangrai terlalu lama. Tanpa acidity, kopi arabika akan terasa pincang. Value dari kopi arabika adalah acidity. Kopi-kopi di Indonesia adalah kopi yang rata-rata memiliki acidity lebih rendah jika dibanding dengan kopi dari Afrika atau Amerika Tengah. Itu bukan berarti kopi Indonesia memiliki kualitas lebih rendah, melainkan ia adalah ciri khas kopi Indonesia yang memiliki body lebih baik dibandingkan kopi dari negara lain. Acidity dapat kita rasakan seperti menikmati secangkir jus buah jeruk, apel, stroberi, lemon, dan buah lainnya yang memiliki keasaman menyegarkan.
(Baca Juga: Pengantar kepada Acidity dalam Kopi)
Karakter Cita Rasa Kopi: Body
Rasa penuh di rongga mulut saat kita meminum kopi adalah sensasi dari body. Body bisa diilustrasikan dengan cara membandingkan susu segar penuh lemak dengan susu segar rendah lemak. Susu segar penuh lemak akan lebih berat di rongga mulut dibandingkan susu segar rendah lemak. Namun, jika ingin dijabarkan lebih jauh, body bisa dirasakan seperti agak berminyak di mulut, agak kering di mulut, dan/atau terasa seperti cream yang sangat penuh di mulut. Selain susu segar, untuk ilustrasi mengenai body, kita bisa mencoba kopi Sumatra yang terkenal dengan body yang tinggi dibanding dengan daerah penghasil kopi lainnya. Body dapat tercipta karena proses pengelupasan buah, atau juga karena profil sangraian yang lebih gelap.
Karakter Cita Rasa Kopi: Flavors
Rasa kopi itu bervariasi, mulai hanya terasa satu karakter yang menonjol hingga rasa yang kompleks. Semua itu terjadi karena genetik pohon kopi, proses dikebun, proses pascapanen, hingga proses sangrai. Kopi yang memiliki flavors kompleks bisa membuat peminumnya sangat menikmatinya karena kopi terasa lebih meriah. Kopi-kopi dari Afrika atau Amerika Tengah memiliki kompleksitas rasa lebih banyak dibandingkan kopi-kopi dari Brazil. Di Indonesia, kopi-kopi dari Toraja akan lebih memiliki rasa kompleks dibandingkan kopi-kopi dari Jawa. Kopi yang memiliki rasa tidak kompleks biasanya digunakan sebagai kopi campuran dikarenakan memiliki satu dominan rasa yang mungkin tidak dimiliki kopi-kopi lainnya. Ilustrasi dari rasa yang kompleks bisa dengan cara merasakan fruit punch dibanding dengan orange juice. Fruit punch adalah minuman campuran dari buah yang memiliki kekayaan rasa yang bervariasi, sedangkan orange juice hanya memiliki dominan rasa orange yang kuat, tetapi orange juice dapat menambahkan rasa yang kompleks pada fruit punch.
Karakter Cita Rasa Kopi: Aftertaste
Jika ada pertanyaan atribut cita rasa mana yang bisa bertahan paling lama, jawabannya adalah aftertaste. Kita bisa merasakan atribut rasa lainnya hanya sekejap, tetapi aftertaste dapat dirasakan lebih lama atau biasa disebut long aftertaste. Kopi-kopi yang memiliki long aftertaste yang baik akan memiliki kenangan tersendiri pada peminumnya. Aftertaste terjadi dikarenakan rasa yang kompleks yang menetap lebih lama pada rongga mulut kita. Sekadar ilustrasi, sebuah permen rasa mint akan memiliki aftertaste lebih lama bila dibanding dengan permen rasa lemon.
Karakter Cita Rasa Kopi: Sweetness
Semua kopi arabika terlahir dengan kadar manis yang lebih banyak dibandingkan kopi robusta. Jadi, seharusnya kopi arabika akan terasa manis jika disangrai dengan baik. Apalagi jika menggunakan kopi arabika pilihan dengan cacat sekunder sedikit dan tanpa cacat primer. Rasa kopi yang manis akan membuat peminumnya merasa lebih nyaman. Manusia sangat senang dengan rasa manis dibandingkan pahit. Kopi dengan sweetness yang tinggi menandakan kualitasnya sangat baik. Manis dimaksud bisa berarti manis seperti tebu, gula putih, atau gula merah. Memang manis di sini tidak bisa diartikan sama dengan kopi ditambah gula, tetapi dengan manisnya kopi, itu akan membuat Anda tidak ingin berhenti meneguknya. Ilustrasikan rasa manis di kopi dengan mengonsumsi buah semangka matang dengan buah melon. Keduanya memiliki rasa manis, tetapi secara umum semangka akan terasa lebih manis dibandingkan buah melon.
Tuesday, 8 July 2014
sebuah moment menarik di gendon warkop menjelang pilpres 2014
bulan bersinar begitu indahnya dan terkadang tertutup oleh sedikit awan putih di langit yogyakarta, hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang tidak menyurutkan para kader kader capres untuk berkeliling ke pelosok daerah demi mengamankan suara pemilihnya, demikian halnya yang terjadi di gendon warung kopi dan bebakaran.tim pemenangan dari capres nomer 1 berkumpul di gendon warung kopi untuk sekedar istirahat dan mengatur setrategi pemenangan. tentunya sambil nyeruput cappucino dan espresso. disaat mereka sedang asik bercengkerama hadirlah 2 mobil dan sesaat membuat suara di gendon warung kopi menjadi senyap, semua mata memandangi siapa sosok yang hadir dengan menggunakan mobil inova putih. munculah sesosok wanita yang sudah tidak asing lagi yaitu ibu MY ESTI WIJAYANTI anggota DPR RI dari partay PDIP yang otomatis menjadi kader dari pasangan capres NO 2. mbak ESTY demikian beliau biasa di sapa di kawal oleh beberapa satgas PDIP yang selalu setia mengawal beliau. suasana menjadi sedikit menengangkan karena ini terjadi di malam menjelang pilihan presiden.
dengan ramah mbak esty menyapa kader capres no 1 untuk mencairkan suasana. setelah sedikit berbincang2 dengan tim sambil menikmati wedang jahe panas. mbak esti melanjutkan perjalanan. tidak lama berselang setelah mbak Esti pergi datanglah bapak M. YAZID DPRD prov.DIY dari partai PPP. mendapat laporan dari kadernya kalau tadi mbak Esti di gendon warung kopi. dengan agak buru buru pak yazid segera meninggalkan gendon warung kopi.
dari kejadian ini membuktikan bahwa gendon warung kopi menjadi sebuah kafe yang netral dan menjadi tujuan utama bagi para pelanggan untuk sekedar menikmati kopi maupun untuk urusan tugas/pekerjaan.
jika para wakil rakyat pun berkunjung ke gendon warkop untuk urusan politik. maka bagi anda yang ingin mengajak relasi anda untuk berembuk urusan bisnis maka Gendon warung kopi menjadi sebuah pilihan.
salam sukses
Monday, 7 July 2014
Menyeruput keuntungan dari bisnis kopi
setelah beberapa artikel tentang jenis dan manfaat kopi yang saya unggah di blog ini, sekarang saya akan mencoba mengsharekan tentang Manisnya bisnis kopi. Meski kopi rasanya pahit tapi bisnisnya sangatlah manis. kenapa saya katakan bisnis kopi ini terasa manis...? ya karena sebagai berikut:
1. Indonesia sudah terkenal seantero dunia sebagai negara penghasil kopi yang berkualitas baik dan dengan cita rasa yang istimewa, setiap daerah penghasil kopi menghasilkan kopi dengan aroma dan rasa yang berbeda. jadi bisa dikatakan stok produk berfariasi dan melimpah.
2. Minum kopi sudah menjadi budaya, mulai dari jaman nenek moyang sampai sekarang semua orang masih suka minum kopi. bayangin aja jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 Juta jiwa. dan semua nya suka minum kopi coba hitung berapa omset anda..? coba saya bukinkan perhitungan sederhana jika 1 cangkir kopi seharga 10 rb x 1000 orang/bulan = 10.000.000 X 30 = 30.000.000. jadi omset kotor anda perbulan 30 jt. jika satu cangkir kopi seharga 10 rb tadi modal anda cuma 3 rb maka keuntungan anda 7 rb/ cangkir jadi keuntungan bersih anda sekitar 21 jt/bln. luar biasa bukan manisnya..hehehehe.
3. Jumlah kedai kopi atau warung kopi tidak sebanding dengan jumlah penikmat kopi di Indonesia. kadang saya sendiri merasa kesulitan mencari kedai kopi di daerah maupun kota di Indonesia.
Dengan tiga faktor analisis di atas bisnis kopi masih mempunyai prospek yang sangat cerah dan akan semakin cemerlang. jika tiga analisis di atas masih kurang membuat anda mantab untuk action di bisnis minuman kopi, maka jangan teruskan membaca tulisan saya ini. tapi jika anda rasa anda sepemikiran dengan saya maka lanjudkan membaca artikel ini.
tetapi tidak selamanya bisnis kopi ini manis, karena banyak juga yang gagal di bisnis ini. namun itu semua bukan masalah bagi anda yang mempunyai jiwa bisnis yang hebat. semua hanya tentang masalah MENTAL,MODAL,NEKAD (MMN). dalam setiap merintis bisnis pasti anda akan menemui beberapa kesulitan (tantangan). disinilah seninya berbisnis, apalagi bisnis kopi karena anda tidak hanya semata mata mengejar keuntungan tetapi anda harus mencintai kopi. kalau anda tidak suka kopi mendingan jangan berbisnis kopi, meskipun modal anda besar ketika tidak ada rasa sayang terhadap produk dan bisnis anda maka cepat atau lambat anda akan bernasib seperti mereka yang gagal.
kunci sukses bisnis kopi adalah :
1. kenali
2. tekuni
3. inovasi
4. update pengetahuan
5. promosi
segera action di bisnis ini dan segera nikmati keuntungannya.
salam sukses
Monday, 2 June 2014
kopi luak
2.3.4Kopi Luwak
Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di kalangan peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an.
Asal mula kopi luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870). Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak
lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman
kolonial. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.
Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.
Luwak hanya mau memakan buah dari biji kopi yang beraroma wangi seperti buah leci, kemudian di perut luwak tersebut ini terjadi fermentasi yang sangat tinggi oleh enzim-enzim yang tentunya menjadikan cita rasa yang sangat kuat dan memiliki kenikmatan tersendiri, suhu ketika fermentasi di dalam perut luwak dapat mencapai
antara 200-2650 C. Di dalam perut luwak, sebelum menjadi kopi luwak, terjadi fermentasi selama kurang lebih 48 jam. Dalam sehari seekor luwak hanya bisa memproduksi 0,2-0,4 kg biji kopi luwak. Itulah mengapa kopi luwak asli bisa menjadi sangat mahal,karena produksinya sangat sedikit.
Kopi luwak merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi, di samping komoditas kopi biasa seperti kopi reguler Arabika (Java coffee) dan kopi reguler Robusta. yang membedakan kopi luwak dengan biji kopi biasa adalah dimakan oleh Luwak (sejenis musang) dan di keluarkan dalam bentuk biji kopi, Sehingga aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan special.
Keistimewaan kopi luwak berdasarkan
· Kopi luwak berasal dari biji kopi terbaik. Naluri hewan luwak akan memilih biji kopi paling matang yang biasanya berwarna merah. Bisa dipastikan, 90 % biji kopi yang dihasilkan oleh hewan luwak adalah yang benar-benar matang, bukan yang mentah. Ini memberi keuntungan, karena pada kopi biasa kemungkinan ada pencampuran antara biji kopi yang mentah dan matang, yang tentunya bisa mengurangi kualitas kopi.
· Kopi luwak sudah mengalami proses fermentasi secara alami di dalam pencernaan hewan luwak. Proses fermentasi alami dalam perut luwak memberikan perubahan komposisi kimia pada biji kopi dan dapat meningkatkan kualitas rasa kopi, karena selain berada pada suhu fermentasi optimal, juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada pada pencernaan luwak. Karena itulah, rasanya kopi luwak beda dengan kopi biasa. Kopi luwak mempunyai aroma yang khas tiada duanya, rasanya nikmat, dan mengandung khasiat menambah energi kaum Adam.
· Kopi luwak mengandung kafein yang sangat rendah hanya sekitar 0,5 s/d 1%.
· Kopi luwak bisa meningkatkan stamina tubuh dan mencegah penyakit diabetes. Sebab, kopi yang dikeluarkan oleh hewan luwak telah mengalami proses fermentasi alami kemudian diolah oleh orang-orang yang berpengalaman serta menjadikannya kopi berkhasiat.
· Kopi luwak mengandung protein yang lebih rendah dan lemak lebih tinggi.
· Kopi luwak bebas dari pestisida. Bebas dari pestisida, karena pestisida yang terdapat pada kopi telah dibersihkan secara alami di dalam perut luwak, sehingga kopi yang keluar bersamaan dengan feses luwak telah bebas dari kandungan pestisida yang berbahaya.
Pada saat biji berada dalam sistem pencernaan luwak, terjadi proses fermentasi secara alami selama kurang lebih 10 jam. Prof. Massiomo Marcone dari Guelpg University, Kanada, menyebutkan fermentasi pada pencernaan luwak ini meningkatkan kualitas kopi karena selain berada pada suhu fermentasi optimal 240 - 2600 C, juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada pada pencernaan luwak. Kandungan protein kopi luwak lebih rendah ketimbang kopi biasa karena perombakan protein melalui fermentasi lebih optimal. Protein ini berperan sebagai pembentuk rasa pahit pada kopi saat disangrai sehingga kopi luwak tidak sepahit kopi biasa karena kandungan proteinnya rendah. Komponen yang menguap pun berbeda antara kopi luwak dan kopi biasa. Terbukti aroma dan citarasa kopi luwak sangat khas. Proses fermentasi tak lazim oleh luwak ini membuat sebagian orang enggan mengkonsumsinya karena jijik atau takut. Padahal menurut Massimo, kandungan bakteri pada kopi luwak yang telah dioven lebih rendah daripada kopi dengan proses
biasa.
Tuesday, 27 May 2014
KOPI INDONESIA
KOPI yang sekarang dikenal sebagai minuman populer di seluruh penjuru
dunia awalnya hanya tumbuh di Afrika, tepatnya di Ethiophia. Sebuah
legenda masyhur tentang penemuan Kopi sebagai minuman adalah cerita
tentang Kaldi seorang pengembala kambing yang menyaksikan kambing
peliharaannya terlihat sangat gembira setelah memakan buah dari sejenis
tanaman perdu yang berwarna merah ketika sudah matang. Kaldi kemudian
mencoba merebus buah ini dan meminumnya, dia merasakan sensasi yang
menyenangkan. Belakangan, mulai ditemukan cara yang lebih nikmat dalam
mengkonsumsi kopi. Dalam waktu yang lama kopi menjadi minuman istimewa
yang hanya dikonsumsi para raja dan kaum bangsawan. Dari mana kopi di
dapat menjadi rahasia yang ditutup rapat. Belakangan kopi mulai keluar
dari Afrika dan menjadi minuman favorit para bangsawan dan orang kaya di
Eropa. Tapi saat itu asal-usul kopi masih misteri, yang orang tahu
bahwa tata niaga kopi sepenuhnya dikuasai oleh para pedagang Arab. Dari
sinilah muncul istilah KOPI ARABICA.
Pada saat itu tentu saja harga kopi demikian mahal, dan banyak orang dari penjuru dunia yang tergiur untuk terlibat di bisnis komoditas ini, tapi para pedagang arab menutup rapat rahasia asal-usul komoditasnya yang sangat berharga itu. Pada akhir abad ke 19, seorang pedagang Belanda berhasil mencuri bibit kopi dari saudagar Arab di sebuah Pelabuhan di Yaman yang bernama Mocha. Oleh si Belanda, bibit kopi yang dicuri itu dibawa ke wilayah koloni negaranya, Jawa, tepatnya di lereng pegunungan Ijen di bagian ujung timur pulau ini. Ternyata kopi tumbuh subur di sana. Dan dengan itu berakhirlah monopoli Arab pada komoditas Kopi, Belanda kini jadi pemain baru. Sejak saat itu tidak hanya Arabica yang dikenal dalam istilah kopi, tapi juga muncul istilah JAVA untuk menyebut minuman kopi, kadang istilah ini dipadukan dengan Mocha, menjadi Mocha Java. Ini merujuk pada Kopi Jawa yang berasal dari bibit yang dicuri Belanda di Mocha. Sekarang istilah JAVA ini menjadi lebih terkenal lagi ketika seorang programmer pecandu kopi mengabadikannya menjadi nama sebuah program komputer dengan logo secangkir kopi hangat yang mengepulkan asap. Dari Jawa kopi mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya Kopi dari Jawa dibawa ke Perancis untuk diteliti dan dimuliakan di pusat pengembangan tanaman di Perancis. Dan lagi-lagi seorang perancis yang memiliki tanah di koloni negara itu di Amerika Selatan berhasil mencuri tanaman ini, dan mengembangkannya di sana dan kemudian Amerika Selatan pun menjadi produsen kopi terbesar di dunia hingga hari ini. Akhirnya Kopi menjadi komoditas dunia yang konon sekarang merupakan komoditas perdagangan terbesar kedua di dunia setelah Minyak. Awalnya, Belanda menanam kopi di semua tempat. Tapi ternyata mutu kopi tersebut tidak sama di semua tempat. Melalui riset Belanda menemukan bahwa kopi yang tumbuh di dataran tinggi mutunya lebih baik dibanding kopi yang ditanam di dataran rendah. Belakangan diketahui, ini terjadi karena kopi yang ditanam di dataran rendah, terlalu cepat matang karena diakibatkan hawa panas sehingga bijinya menjadi ringan karena belum cukup banyak nutrisi yang diserap dari tanah. Lebih parah lagi, pada tahun 30-an, hampir semua perkebunan kopi milik Belanda di Jawa hancur akibat terserang hama karat daun. Riset kembali dilakukan, akhirnya ditemukan fakta bahwa di wilayah tropis yang dekat dengan khatulistiwa, tanaman kopi hanya bisa tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian di atas 800 meter. Masalahnya, di Jawa dan seluruh koloni Belanda di Hindia, tidak banyak daerah yang memenuhi syarat itu (Belakangan ditemukan spesies kopi lain yang tahan hama karat daun dan bisa tumbuh di dataran rendah, jenis kopi ini kemudian dikenal dengan nama Kopi Robusta, berasal dari kata ROBUST yang kurang lebih berarti tangguh, tapi sayangnya spesies kopi ini kurang disukai para peminum kopi di eropa). Pada awal abad ke-20, Belanda menaklukkan Aceh. Meskipun secara de jure sebenarnya Belanda tidak pernah benar-benar menaklukkan Aceh. Tapi secara fakta, sejak awal abad ke-20 Belanda lah yang menjadi penguasa memerintah dan menjadikan Aceh sebagai koloninya. Di Aceh Belanda menemukan sebuah dataran tinggi luas yang dikenal dengan nama [[Tanoh Gayo]], terletak di jantung wilayah ini, yang berdasarkan riset yang mereka lakukan ternyata sangat cocok untuk ditanami Kopi. Dan dari sinilah keajaiban itu bermula. Di Tanoh Gayo, Belanda membangun basis pemerintahannya di Takengen yang terletak tepat di tepi danau Laut Tawar yang permukaannya ada di ketinggian 1250 Mdpl. Belakangan kota ini berkembang menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan dan menjadi kota terbesar di Tanoh Gayo. Perkebunan kopi pertama yang dikembangkan Belanda di daerah yang bernama Belang Gele yang terletak tidak jauh dari Kota ini. Sampai hari ini, daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Tanoh Gayo. Dari Belang Gele, Kopi tersebar ke segala penjuru Tanoh Gayo yang berhawa dingin. Ketika pada tahun 1945, Belanda hengkang. Seperti yang terjadi di pulau Jawa, segala aset mereka termasuk perkebunan kopi tinggal di Gayo. Tapi berbeda dengan di Jawa yang operasional perkebunannya dilanjutkan oleh perusahaan pemerintah dan pekerjanya tetap dipekerjakan di Jawa. Di Gayo, yang terjadi berbeda. Setelah Belanda hengkang, kebun-kebun kopi yang tertinggal dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat, terutama yang sebelumnya bekerja di sana. Seperti di Jawa, pasca revolusi fisik pemerintah Indonesia terkadang menghadiahkan perkebunan kopi peninggalan Belanda tersebut kepada para petinggi militer sebagai penghargaan atas jasa dan perjuangan mereka. Contohnya seperti perkebunan Kali Klatak di Banyuwangi, perkebunan kopi seluas 1300 hektar yang dulunya milik Belanda dihadiahkan oleh Pemerintah Indonesia kepada seorang perwira militer bernama Suhud. Di Gayo pun begitu, sebuah perkebunan milik Belanda beserta Pabriknya yang terletak di desa Bandar Lampahan (kini masuk wilayah administratif Bener Meriah), tepat di kaki gunung berapi aktif Burni Telong, dihadiahkan oleh pemerintah kepada seorang perwira militer asal Gayo bernama Ilyas Leubee yang di masa revolusi fisik menyabung nyawa di medan perang Medan Area. Tapi berbeda dengan Suhud, Ilyas Leubee tidak mengambil hadiah itu untuk dirinya sendiri. Ilyas Leubee yang kini telah almarhum, membagikannya kepada masyarakat sekitar dan tidak melanjutkan pengelolaan kebun itu, sehingga pabrik peninggalan Belanda itupun terbengkalai dan menjadi besi tua sampai sekarang. Mendapati bahwa ternyata tanaman Kopi sangat menguntungkan. Para petani yang tidak kebagian kebun kopi pun, mulai menanami lahan-lahan kosong di sekitarnya dengan tanaman kopi, sehingga saat ini terdapat sedikitnya 90 ribu hektar perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo yang sekarang dipisahkan menjadi dua kabupaten. Ini menjadikan dataran tinggi Gayo sebagai produsen kopi Arabica terbesar tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia. Karena kebun kopi di Gayo dikelola oleh petani individual dengan rata-rata kepemilikan lahan maksimum 2 hektar. Karakter kopi Gayo menjadi sangat beragam, sudahlah jenis tanah dan ketinggian tumbuh yang berbeda bahkan terbilang ekstrim. (Tanah Vulkanis di Lukup Sabun, Bandar lampahan, Simpang Balik dan wilayah Bener Meriah lainnya dan bukan vulkanis di Jagong Jeget, Batu Lintang dan sekitarnya. Ketinggian sekitar 700-an Mdpl di Singah Mulo, sampai 1500-an Meter di Lukup Sabun). Varietas kopi yang ditanam pun berbeda-beda, mulai dari Bourbon sampai Catimor dengan aneka ragam variasinya. Belum lagi kita bicara penanganan pasca panen. Semua ini menjadikan Kopi Gayo menjadi kopi yang sangat unik dalam pandangan para pecinta kopi di dunia. Rasa kopi Gayo tidak pernah stabil tapi skor-nya selalu di atas rata-rata. Dan ajaibnya belakangan ditemukan, segala perbedaan ekstrim yang ada di Tanoh Gayo ini, membuat segala macam rasa khas kopi istimewa Dunia ada di Tanoh Gayo. Rasa khas Kopi Kintamani, Sulawesi bahkan sampai Kolombia dan Kenya pun bisa ditemukan di tanah ajaib ini. Keajaiban seperti yang ada di Gayo, tidak dapat ditemukan di sentra produksi kopi manapun di planet Bumi. Seperti Tuhan yang menghadiahkan Bordeaux yang layaknya surga bagi para pecinta anggur, ternyata Tuhan pun sudah menghadiahkan Gayo bagi para pecinta kopi di dunia. Bedanya, kalau Bordeaux mendapat apresiasi tinggi di Perancis sana, baik dari warga maupun pemerintahnya. Gayo, saat ini masih sedang berjuang mendapat apresiasi yang sangat layak didapatkannya, meskipun sekarang belum sampai ke tahap itu.
Pada saat itu tentu saja harga kopi demikian mahal, dan banyak orang dari penjuru dunia yang tergiur untuk terlibat di bisnis komoditas ini, tapi para pedagang arab menutup rapat rahasia asal-usul komoditasnya yang sangat berharga itu. Pada akhir abad ke 19, seorang pedagang Belanda berhasil mencuri bibit kopi dari saudagar Arab di sebuah Pelabuhan di Yaman yang bernama Mocha. Oleh si Belanda, bibit kopi yang dicuri itu dibawa ke wilayah koloni negaranya, Jawa, tepatnya di lereng pegunungan Ijen di bagian ujung timur pulau ini. Ternyata kopi tumbuh subur di sana. Dan dengan itu berakhirlah monopoli Arab pada komoditas Kopi, Belanda kini jadi pemain baru. Sejak saat itu tidak hanya Arabica yang dikenal dalam istilah kopi, tapi juga muncul istilah JAVA untuk menyebut minuman kopi, kadang istilah ini dipadukan dengan Mocha, menjadi Mocha Java. Ini merujuk pada Kopi Jawa yang berasal dari bibit yang dicuri Belanda di Mocha. Sekarang istilah JAVA ini menjadi lebih terkenal lagi ketika seorang programmer pecandu kopi mengabadikannya menjadi nama sebuah program komputer dengan logo secangkir kopi hangat yang mengepulkan asap. Dari Jawa kopi mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia. Awalnya Kopi dari Jawa dibawa ke Perancis untuk diteliti dan dimuliakan di pusat pengembangan tanaman di Perancis. Dan lagi-lagi seorang perancis yang memiliki tanah di koloni negara itu di Amerika Selatan berhasil mencuri tanaman ini, dan mengembangkannya di sana dan kemudian Amerika Selatan pun menjadi produsen kopi terbesar di dunia hingga hari ini. Akhirnya Kopi menjadi komoditas dunia yang konon sekarang merupakan komoditas perdagangan terbesar kedua di dunia setelah Minyak. Awalnya, Belanda menanam kopi di semua tempat. Tapi ternyata mutu kopi tersebut tidak sama di semua tempat. Melalui riset Belanda menemukan bahwa kopi yang tumbuh di dataran tinggi mutunya lebih baik dibanding kopi yang ditanam di dataran rendah. Belakangan diketahui, ini terjadi karena kopi yang ditanam di dataran rendah, terlalu cepat matang karena diakibatkan hawa panas sehingga bijinya menjadi ringan karena belum cukup banyak nutrisi yang diserap dari tanah. Lebih parah lagi, pada tahun 30-an, hampir semua perkebunan kopi milik Belanda di Jawa hancur akibat terserang hama karat daun. Riset kembali dilakukan, akhirnya ditemukan fakta bahwa di wilayah tropis yang dekat dengan khatulistiwa, tanaman kopi hanya bisa tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian di atas 800 meter. Masalahnya, di Jawa dan seluruh koloni Belanda di Hindia, tidak banyak daerah yang memenuhi syarat itu (Belakangan ditemukan spesies kopi lain yang tahan hama karat daun dan bisa tumbuh di dataran rendah, jenis kopi ini kemudian dikenal dengan nama Kopi Robusta, berasal dari kata ROBUST yang kurang lebih berarti tangguh, tapi sayangnya spesies kopi ini kurang disukai para peminum kopi di eropa). Pada awal abad ke-20, Belanda menaklukkan Aceh. Meskipun secara de jure sebenarnya Belanda tidak pernah benar-benar menaklukkan Aceh. Tapi secara fakta, sejak awal abad ke-20 Belanda lah yang menjadi penguasa memerintah dan menjadikan Aceh sebagai koloninya. Di Aceh Belanda menemukan sebuah dataran tinggi luas yang dikenal dengan nama [[Tanoh Gayo]], terletak di jantung wilayah ini, yang berdasarkan riset yang mereka lakukan ternyata sangat cocok untuk ditanami Kopi. Dan dari sinilah keajaiban itu bermula. Di Tanoh Gayo, Belanda membangun basis pemerintahannya di Takengen yang terletak tepat di tepi danau Laut Tawar yang permukaannya ada di ketinggian 1250 Mdpl. Belakangan kota ini berkembang menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan dan menjadi kota terbesar di Tanoh Gayo. Perkebunan kopi pertama yang dikembangkan Belanda di daerah yang bernama Belang Gele yang terletak tidak jauh dari Kota ini. Sampai hari ini, daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Tanoh Gayo. Dari Belang Gele, Kopi tersebar ke segala penjuru Tanoh Gayo yang berhawa dingin. Ketika pada tahun 1945, Belanda hengkang. Seperti yang terjadi di pulau Jawa, segala aset mereka termasuk perkebunan kopi tinggal di Gayo. Tapi berbeda dengan di Jawa yang operasional perkebunannya dilanjutkan oleh perusahaan pemerintah dan pekerjanya tetap dipekerjakan di Jawa. Di Gayo, yang terjadi berbeda. Setelah Belanda hengkang, kebun-kebun kopi yang tertinggal dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat, terutama yang sebelumnya bekerja di sana. Seperti di Jawa, pasca revolusi fisik pemerintah Indonesia terkadang menghadiahkan perkebunan kopi peninggalan Belanda tersebut kepada para petinggi militer sebagai penghargaan atas jasa dan perjuangan mereka. Contohnya seperti perkebunan Kali Klatak di Banyuwangi, perkebunan kopi seluas 1300 hektar yang dulunya milik Belanda dihadiahkan oleh Pemerintah Indonesia kepada seorang perwira militer bernama Suhud. Di Gayo pun begitu, sebuah perkebunan milik Belanda beserta Pabriknya yang terletak di desa Bandar Lampahan (kini masuk wilayah administratif Bener Meriah), tepat di kaki gunung berapi aktif Burni Telong, dihadiahkan oleh pemerintah kepada seorang perwira militer asal Gayo bernama Ilyas Leubee yang di masa revolusi fisik menyabung nyawa di medan perang Medan Area. Tapi berbeda dengan Suhud, Ilyas Leubee tidak mengambil hadiah itu untuk dirinya sendiri. Ilyas Leubee yang kini telah almarhum, membagikannya kepada masyarakat sekitar dan tidak melanjutkan pengelolaan kebun itu, sehingga pabrik peninggalan Belanda itupun terbengkalai dan menjadi besi tua sampai sekarang. Mendapati bahwa ternyata tanaman Kopi sangat menguntungkan. Para petani yang tidak kebagian kebun kopi pun, mulai menanami lahan-lahan kosong di sekitarnya dengan tanaman kopi, sehingga saat ini terdapat sedikitnya 90 ribu hektar perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo yang sekarang dipisahkan menjadi dua kabupaten. Ini menjadikan dataran tinggi Gayo sebagai produsen kopi Arabica terbesar tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia. Karena kebun kopi di Gayo dikelola oleh petani individual dengan rata-rata kepemilikan lahan maksimum 2 hektar. Karakter kopi Gayo menjadi sangat beragam, sudahlah jenis tanah dan ketinggian tumbuh yang berbeda bahkan terbilang ekstrim. (Tanah Vulkanis di Lukup Sabun, Bandar lampahan, Simpang Balik dan wilayah Bener Meriah lainnya dan bukan vulkanis di Jagong Jeget, Batu Lintang dan sekitarnya. Ketinggian sekitar 700-an Mdpl di Singah Mulo, sampai 1500-an Meter di Lukup Sabun). Varietas kopi yang ditanam pun berbeda-beda, mulai dari Bourbon sampai Catimor dengan aneka ragam variasinya. Belum lagi kita bicara penanganan pasca panen. Semua ini menjadikan Kopi Gayo menjadi kopi yang sangat unik dalam pandangan para pecinta kopi di dunia. Rasa kopi Gayo tidak pernah stabil tapi skor-nya selalu di atas rata-rata. Dan ajaibnya belakangan ditemukan, segala perbedaan ekstrim yang ada di Tanoh Gayo ini, membuat segala macam rasa khas kopi istimewa Dunia ada di Tanoh Gayo. Rasa khas Kopi Kintamani, Sulawesi bahkan sampai Kolombia dan Kenya pun bisa ditemukan di tanah ajaib ini. Keajaiban seperti yang ada di Gayo, tidak dapat ditemukan di sentra produksi kopi manapun di planet Bumi. Seperti Tuhan yang menghadiahkan Bordeaux yang layaknya surga bagi para pecinta anggur, ternyata Tuhan pun sudah menghadiahkan Gayo bagi para pecinta kopi di dunia. Bedanya, kalau Bordeaux mendapat apresiasi tinggi di Perancis sana, baik dari warga maupun pemerintahnya. Gayo, saat ini masih sedang berjuang mendapat apresiasi yang sangat layak didapatkannya, meskipun sekarang belum sampai ke tahap itu.
kopi Aceh/Gayo.
Meneguk nikmat dan harumnya secangkir
kopi panas khas Aceh adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan
ketika Anda berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam.
Kopi aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi
senikmat kopi aceh di daerah manapun di Indonesia. Hal menarik saat
menikmati kopi di Aceh adalah dengan bersantai dan bercanda dengan
teman-teman dan kerabat. Menikmati kopi di Aceh adalah pengalaman yang
unik dan langka.
Minum kopi merupakan tradisi dan
kebiasaan sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam
kehidupan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, di Aceh banyak terdapat
kedai-kedai kopi. Walaupun Takengon di Aceh Tengah dihiasi oleh perkebunan dan pabrik kopi, namun Lamno di Aceh Barat merupakan produsen kopi terbaik
Terkenal dengan biji kopi Arabikanya,
Aceh memberikan kontribusi sebesar 40% dari produksi kopi Indonesia.
Teknik membuat secangkir kopi di kedai kopi di Aceh tidak ada duanya.
Para barista di sini tidak pernah pergi ke pelatihan khusus untuk
belajar cara menyajikan secangkir kopi. Cara penyajian kopi di Aceh
berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Di sini, kopi diseduh
melalui beberapa penyaringan sampai pada kekentalan yang diinginkan
sehingga membuat kopi lebih harum, nikmat dan memiliki efek rasa yang
kuat.
Jenis Kopi Arabika merupakan jenis kopi terbanyak dikembangkan oleh para
petani Kopi Gayo di dataran tinggi Gayo Aceh. Hasil produksi Kopi
Arabika dari Tanah Gayo ini adalah yang terbesar di Asia. Kopi Gayo Aceh
memang memiliki cita rasa khas dan sudah diakui oleh seorang pakar uji
cita rasa (cupper) kopi dunia, Christopher Davidson. Keberadaan kopi
gayo juga tak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda di Aceh
bagian tengah pada awal abad ke 10. Pada tahun 1918 pemerintah Belanda
menjadikan kopi gayo sebagai produk masa depan, hal ini seiring dengan
tingginya minat pasar mancanegara terhadap keunikan cita rasa kopi gayo
Aceh. Sebagian besar komoditas kopi arabika Gayo tersebut dikembangkan
di tiga kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Total
perkebunan kopi Gayo Aceh pada tahun 2010 mencapai sekitar 94.500
hektare, terdiri dari 48.500 hektare di Aceh Tengah, 39.000 hektare di
Kabupaten Bener Meriah, dan 7.000 hektare di Gayo Lues.Kopi Lampung
Kopi Lampung cukup pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia karena keistimewaan aroma dan rasanya yang khas. Jenis kopi yang dibudidayakan oleh kebanyakan petani kopi di daerah lampung adalah jenis Kopi Robusta. Sebagian besar perkebunan kopi Lampung di dataran tinggi Lampung merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat dan daerah Tanggamus. Kawasan perkebunan Lampung Barat merupakan contoh perkebunan terbaik di Provinsi Lampung dalam hal peningkatan produksi dan mutu kopi, daerah ini juga telah menjadi lahan Perkebunan kopi percontohan bagi Provinsi Lampung dan Nasional. Komoditas kopi telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di Lampung Barat. Data menunjukkan luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Lampung Barat telah mencapai 59.357 hektar, dengan hasil produksi biji kering per tahun mencapai 29.712 ton per hektar. Berikut data statistik luas lahan Perkebunan Kopi Lampung (2009-2kopi ini mempunyai karakteristik jenis robusta, flavor : tanah, tembakau, acidity : lowDelicious coffee from Mount Merapi
YOGYA - you want to enjoy coffee lovers and coffee -scented volcanic steeping while enjoying a night on the countryside ? Here's one place that must be visited . His name Gendon Coffee shop , serving traditional coffee shop coffee coffee growers results slopes of Mount Merapi . The owner is Yuniarto ( 27 ) who is also an entrepreneur of Sembuhan , Sendangmulyo Village , Sleman , Yogyakarta. In this village there is a coffee shop , located about 17 kilometers from the city of Jogja . Tonight on Monday ( 02/10/2014 ) We tested the steeping coffee trim Yuniarto , in a simple cafe which is located about 500 meters from the river bridge Ngapak progo . A cup of roasted Arabica coffee is discharged directly served hot . In the cool atmosphere complement the evening coffee at this cafe . Accompanied by chips and catfish grilled oyster mushrooms , do not feel the chat history with Yuniarto Coffee Merapi spend 1 hour . Arabica coffee cup cost Rp 7 thousand . "If a customer sometime Saturday night had to queue . So open until almost morning . If regular day , open from 5pm closes at 12 am , " said the Yuniarto . At this coffee shop , you can enjoy coffee trim robusta , arabica and blended ( robusta and arabica ) , there are also fetched the coffee from the mountains of Kulon Progo , and some coffee from all over Indonesia . For a cup of blended coffee sold Rp 8 thousand , while robusta coffee cup cost Rp 5 thousand. for espresso in bandrol Rp 10 thousand . Curious to enjoy coffee Merapi and see first hand how the direct processing of this coffee , take a friend , girlfriend , sister and family in order to grow beautiful atmosphere .
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


